Selasa, 04 Oktober 2011

SISTEMATIKA FILSAFAT


SISTEMATIKA FILSAFAT
Dalam garis besarnya filsafat dibagi menjadi tiga cabang, yaitu teori pengetahuan, teori hakikat, dan teori nilai. teori pengetahuan membicarakan tentang cara memperoleh pengetahuan, teori hakikat membicarakan tentang objek-objek yang menghasilkan filsafat itu sendiri, sedangkan teori nilai membicarakan guna pengetahuan tadi. lebih jelasnya:

A. Teori Pengetahuan (EPISTIMOLOGI)
                Teori pengetahuan atau epistimologi membicarakan tentang sumber pengetahuan dan cara memperoleh pengetahuan. contohnya ketika manusia baru lahir ia tidak memiliki pengetahuan sedikitpun, lalu setelah berumur 30 tahun pengetahuan yang ia miliki banyak. nah, epistemologi membicarakan bagaimana mereka mendapatkan pengetahuan itu. istilah epistemologi pertama kali diperkenalkan oleh J.F. Ferrier pada tahun 1854 (Runes, 1971:94).
                pengetahuan manusia ada tiga macam, yaiti pengetahuan sains, pengatahuan filsafat, dan pengetahuan mistik. ada beberapa aliran yang membicarakan tentang ini:
Empirisme
Kata empirisme berasal dari kata yunani empeiria yang bereti pengalaman. Bapak aliran ini ialah John Locke (1632-1704). aliran ini berpendapat bahwa manusia memperoleh pengetahuannya melelui pengalaman, yaitu pengalaman inderawi.
Kelemahan aliran ini ialah indera terbatas, contohnya benda yang jauh terlihat kecil. indera menipu, contohnya gula pahit rasanya bagi orang yang sakit. dan objek menipu contohnya ilusi atau fatamorgana.
Rasionalisme
Aliran ini menyatakan bahwa akal adalah dasar  kepastian pengetahuan. pengetahuan yang benar diperoleh dan diukur dengan akal. dan manusia memperoleh pengetahun melelui kegiatan akal menangkap objek. bapak aliran ini ialah Rene Descartes (1596-1650). aliran ini mengoreksi kelemahan aliran empirisme, sendainya akal digunakan maka kelemahan itu tak akan terjadi. contohnya benda yang jauh kelihatan kecil karena bayangannya yang jatuh di mata kecil, kecil karena jauh. gula pahit bagi orang yang demam karena lidah orang yang demam tidak normal. fatamorgana adalah gejala alam dan sebagainya.
Positivisme
Aliran ini berpendapat bahwa indera itu amat penting untuk memperoleh pengetahuan, akan tetapi harus dipertajam dengan alat bantu dan dikuatkan oleh eksperimen. kekeliruan indera dapat dikoreksi melalui eksperimen dan ukuran eksperimen harus jelas, panas diukur dengan derajat panas, jauh diukur dengan meteran dan lain sebagainya. bapak aliran ini ialah Aygus Compte (1798-1857). aliran ini tidak berdiri sendiri. ia hanya menyempurnakan aliran empirisme dan rasionalisme yang bekerja sama.  ia menyempurnakannya dengan eksperimen-eksperimen untuk memperoleh pengetahuan yang tepat.
Intuisionisme
aliran ini berpendapat bahwa tidak hanya akal yang terbatas, indera juga terbatas. objek-objek yang kita tangkap adalah objek yang berubah-ubah, dan pengetahuan kita tentangnya tak pernah tetap. maka dari itu, Henri Bergson (1859-1941) bapak aliran ini menyuguhkan intuisi sebagai cara untuk menghasilkan pengetahuan yang utuh, tidak seperti indera dan akal yang hanya menghasilkan pengetahuan yang tidak utuh (spatial).  kemampuan intuisi ini adalah hasil evolusi dari pemahaman yang tertinggi dari kemampuan tingkat tinggi yang dimiliki manusia.

B. Teori Hakikat (ONTOLOGI)
                Teori hakikat atau ontologi membicarakan tentang objek-objek yang menghasilkan filsafat  atau objek untuk memperoleh pengetahuan. objek itu dipikirkan sampai pada hakikatnya, maka dari itu teori ini disebut teori hakikat atau ontologi.  pembahasan teori hakikat sangat luas mencakup segala yang ada dan mungkin ada. hakikat ialah realitas, atau kenyataan sebenarnya sesuatu, bukan keadaan sementara, menipu atau yang berubah-ubah.
                Berbicara tentang realitas benda-benda apakah sesuai dengan penampakannya (appearance), mucul beberapa aliran:
1. Materialisme
                Menurut aliran materialisme, hakikat benda adalah materi, yaitu benda itu sendiri.
2. Idealisme
                Menurut aliran idealisme hakikat benda adalah rohani.
3. Dualisme
                sesuai dengan namanya, aliran ini mempercayai bahwa hakiakat benda adalah materi dan rohani.
4. Agnositisme
                lain halnya dengan aliran-aliran diatas, aliran ini percaya bahwa manusia tidak dapat mengetahui hakikat benda.

KOSMOLOGI
                Kosmologi adalah cabanng filsafat yang membicarakan tentang hakikat asal, susunan, juga tujuan alam (kosmos). dalam cabang ini dibicarakan tentang hakikat kosmos, asal, tujuan, bagaimana asal mulanya, bagaimana evolusi, bagaimana susunannya, dan lain-lain.
ANTROPOLOGI
                antropologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang hakikat manusia. contohnya apa manusia? dari mana asalnya? apa akhir atau tujuannya?
                menurut materialisme hakikat manusia adalah materi, artinya terlihat. Rohani ada tapi bukan merupakan hakikat. mereka percaya bahwa jika badan hancur, Roh akan hancur bersamaan dengan hancurnya badan. asal manusia adalah dari Yang hidup, dan mati adalah hal yang sederhana. sedangkan menurut idealisme hakikat manusia adalah roh. bergantung pada tuhan, surga dan neraka. dan mati adalah lanjutan hidup di dunia ini.
THEODICEA
                Theodicea adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang tuhan dari segi pikiran (akal). contohnya apakah tuhan itu ada? bukti-buktinya apa? sifatnya, kemauannya dan lain-lain. tentang ini mucullah isme-isme berikut:
Teisme, adalah paham yang menyatakan bahwa tuhan itu ada, mereka menyimpulkan itu melalui pemikiran. monoteisme adalah paham yang meyatakan tuhan itu esa, Triniteisme menyatakan tuhan itu satu tapi beroknum tiga, Politeisme menyatakan tuhan itu banyak, sedangkan Panteisme dan Panenteisme menyatakan bahwa antara alam dan tuhan itu tidak ada jarak. tuhan ialah alam.
Ateisme, paham yang menyatakan bahwa tuhan itu tidak ada, bukan karena ketidak tahuannya. penganut aliran ini salah satunya ialah Marxisme, Holbach, dan lain-lain. ateisme adalah anak materialisme.
Agnostisisme, paham ketuhanan yang terletak diantara paham teisme dan ateisme. paham ini menyatakan bahwa manusia tidak dapat memastikan tuhan itu ada atau tidak.
                 
C. Teori Nilai (AKSIOLOGI)
                Teori nilai atau aksiologi membicarakan tentang kegunaan pengetahuan atau filsafat. untuk mengetahui kegunaan filsafat, kita dapat memulainya dengan melihat filsafat dari tiga hal:
Filsafat sebagai kumpulan teori filsafat, yaitu filsafat digunakan untuk memahami dan mereaksi dunia pemikiran. contohnya jika kita hendak  ikut membentuk dunia atau hendak mendukung suatu ide atau hendak menentang suatu sistem kebudayaan atau sistem ekonomi atausistem politik, maka sebaiknya anda lebih dulu mempelajari teori-teori filsafatnya. inilah kegunaan memplajari teori-teori filsafat. 
Filsafat sebagai philosophy of life, yaitu filsafat sebagai pandangan hidup yang berfungsi untuk menjadi petunjuk dalam menjalani kehidupan.
Filsafat sebagi methodology, yaitu filsafat sebagai methodology dalam memecahkan masalah. dalam hal ini, tentunya dalam memecahkan masalah fisafat memecahkan masalah secara mendalam dan universal sehingga ditemukan akar penyebab suatu masalah.

LOGIKA
                Istilah logika pertama kali dikemukakan oleh Zeno dari Citium (334-262SM). Logika menurut bahasa berarti sesuatu yang diutarakan, sesuatu yang pertimbangan akal (pikiran). Secara etimologis berarti suatu pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika dapat juga dinyatakan cabang filsafat yang menyusun, mengembangkan, dan membahas asas-asas, aturan-aturan formal dan prosedur non formatif, serta kriteria yang benar bagi penalaran dan penyimpulan demi mencapai kebenaran yang dapat dipertanggung jawabkan secara rasional.

ETIKA
                Dalam sejarah filsafat barat, etika adalah cabang filsafat yang amat berrpengaruh sejak jaman socrates. Etika membahas baik buruknya tingkah laku dan tindakan manusia serta menyoroti kewajiban-kewajiban manusia. Etika tidak mempersoalkan apa atau siapa manusia itu, tetapi bagaimana seharusnya berbuat dan bertindak.

ESTETIKA
                Estetika adalah cabang filsafat yang mempersoalkan seni (art) dan keindahan (beauty). Istilah estetika pertama kali diperkenalkan oleh seorang filsuf jerman bernama Alexander Gottlieb Baumgarten lewat karyanya Meditationes Philisopicae de nonnulis ad poema pertinentibus (1753).
                Estetika dapat dibagi menjadi beberapa bagian, ada yang mengatakan:
Estetika deskriptif dan normatif, estetika deskriptif menguraikan dan melukiskan fenomene-fenomene pengalaman keindahan, estetika normatif mempersoalkan dan menyelidiki hakika, dasar, dan ukuran keindahan.
Filsafat seni (philosophy of art) dan filsafat keindahan (philosophy of of beauty), filsafat seni mempersoalkan status ontologis dari karya-karya seni dan mempertanyakan pengetahuan apakah yang dihasilkan oleh seni serta apakah yang diberikan seni untuk menghubungkan manusia dengan realitas, sedangkan filsafat keindahan membahas apakah keindahan itudan apakah nilai indah itu objektif atau subjektif.










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar